8.25.2011

Bocah Misterius di Bulan Ramadhan (Renungan)

Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua.

Sungguh menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut.

Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi ditengahhari pada bulan puasa! Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya.

Seorang pengurus masjid mendapat laporan dari orang-orang kampong mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu. Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.

Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari kemarin dan akan muncul pula dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga!

Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain menelan ludah. Luqman pun lalu menegurnya.. Cuma, ya itu tadi, bukannya takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar. “Bismillah.. .” ucap Luqman dengan kembali mencengkeram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir, kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini.

Kalau memang bocah itu “bocah beneran” pun, ia juga akan cari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu. Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun menyentak tanggannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang melihatnya.

“Ada apa bapak melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?” tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.

“Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan puasa,” jawab Luqman dengan halus,”apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu..” Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak kecil itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman lebih tajam lagi, dan tiba tiba berkata dengan lantang.

“Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua!
Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?!
Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinan pada sebelas bulan diluar bulan puasa?
Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami?
Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis?
Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal..?!
Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus? Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian…!?” Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela.

Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar “sangat” menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba.

“Ketahuilah pak.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa, lantaran memang tidak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.

Dan ketahuilah juga, justru bapak dan orang-orang di sekeliling bapak lah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?

Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?

Pak.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula.
Pak.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini. Apa yang telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami…!

Pak.., sadarkah Bapak akan ketidak abadian harta?
Sadarkah apa yang terjadi bila bapak dan orang-orang sekeliling bapak tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat? Bahkan, berlebihannya bapak dan orang-orang di sekeliling bapak bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat..

Tahukah Bapak akan adanya azab Tuhan yang akan menimpa?

Pak.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi.
Jangan merasa perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan ‘tuk setahun,
Jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak….”

Entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan. Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya! Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong.

Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang! Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur.

Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya. Sekarang yang ada dipikirannya sekarang, entah mau dipercaya orang atau tidak, ia ingin sekali menjelaskan hikmah perkataan bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang...

disadur dari :
http://www.inertseven.info/2011/08/bocah-misterius-di-bulan-ramadhan.html
(sumber: http://situslakalaka.blogspot.com/2011/08/bocah-misterius-di-bulan-ramadhan.html)

7.01.2011

UJIAN TULIS PLPG 2011 MENGGUNAKAN LJK

Sehubungan dalam pelaksanaan uji tulis PLPG 2011 menggunakan form Lembar Jawaban Komputer (LJK), maka peserta diwajibkan membawa pensil 2B dan karet penghapus.
Pada saat check-in di penginapan peserta diharapkan membawa tanda pengenal yang masih berlaku (KTP, SIM, dll).
Dan untuk pelaksanaan PLPG peserta harap membawa referensi, data yang relevan dengan bidang keahlian masing-masing (kurikulum, contoh RPP), (contoh rencana program layanan dan bimbingan, contoh laporan pelaksanaan bimbingan, data-data relevan untuk Guru BK) dan Laptop.

Berikut ini Undangan dan Daftar Penginapan Peserta PLPG Tahun 2011 Rayon Universitas Jember :



6.12.2011

UNDANGAN PESERTA PLPG SERTIFIKASI GURU 2011 TAHAP 1

Diberitahukan kepada seluruh diknas kabupaten/kota dan seluruh peserta PLPG 2011 Rayon 16 Universitas Jember terkait dengan tahap PLPG dan mutasi peserta PLPG.
Undangan dan jadwal tahap-tahap PLPG selengkapnya silahkan diunduh (download) klik di sini
Peserta diharapkan membawa tanda pengenal yang masih berlaku, referensi, data yang relevan dengan bidang keahlian masing-masing (kurikulum, contoh RPP), (contoh rencana program layanan dan bimbingan, contoh laporan pelaksanaan bimbingan, data-data relevan untuk Guru BK) dan Laptop.
Peserta untuk bidang Studi Bahasa Arab PLPG dilaksanakan di Universitas Negeri Malang.
Peserta untuk bidang studi Seni Budaya, Ketrampilan, Geografi, Bahasa Jerman, Busana Butik, dan Jasa Boga PLPG dilaksanakan di Universitas Negeri Surabaya. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Universitas tersebut.
Sedangkan daftar Peserta dan Penginapan PLPG Tahap 1 Tahun 2011 klik disini

6.04.2011

PENCOCOKAN HALAMAN DEPAN IJAZAH 2011


Diberitahukan, bahwa ijazah akan dikerjakan dengan langkah-langkah :

      1. Pencocokan data oleh penerima Ijazah
      2. Pengambilan dan penataan data nilai yang akan dituliskan dalam Ijazah
      3. Penulisan dan pemasangan pasfoto Ijazah Cap 3 Jari,
      4. Penandatangan Kepala Sekolah dan Pembubuhan Stempel Sekolah Penyelesaian administrasi, termasuk pengembalian peminjaman misalnya buku perpustakaan
      5. Pembagian Ijazah
Dalam rangka penulisan Ijazah (no.3) untuk memastikan kebenaran data penerima, sekolah saat ini menggunakan fotokopi Ijazah SMP/MTs/Paket B calon penerima Ijazah yang bersangkutan, AGAR TIDAK TERJADI KESALAHAN PENULISAN MAKA CALON PENERIMA DIWAJIBKAN MENCOCOKKAN DATA YANG ADA DENGAN DATA SEBENARNYA YANG DIMILIKI SISWA, jika sudah benar, silahkan di download, diprint dan ditandatangani; selanjutnya DISERAHKAN KE TATAUSAHA SMK BERDIKARI JEMBER sebagai bukti telah membenarkan data yang ada... Jika calon penerima tidak mencocokkan data, maka Ijazah akan ditulis sama persis dengan data yang ada di Ijazah SMP/MTs/Paket B yang bersangkutan.

Silahkan klik di sini untuk menuju tempat penyimpanannya....
Demikian banyak yang harus dituliskan (lihat gambarnya klik di sini), dan membutuhkan waktu agar tidak terjadi kesalahan penulisan, maka dibutuhkan kerjasamanya untuk tidak tergesa-gesa menanyakan KAPAN IJAZAH BISA DIAMBIL, sekolah merencanakan penyelesaian penggarapan ijazah ini sedikitnya 2 (dua) minggu, untuk itu jika sudah selesai akan diinformasikan kembali melalui website ini atau melalui grup fesbuk SMK BERDIKARI JEMBER.

5.17.2011

KELULUSAN SMK BERDIKARI JEMBER 98,85%

Pada Senin, 16 Mei 2011 secara serentak di seluruh Indonesia dilaksanakan pengumuman lulusan hasil Ujian Nasional 2011, peserta ujian dari SMK Berdikari Jember berjumlah 180 siswa telah dinyatakan berhasil hanya sebanyak 98,85%. Pengumuman tidak disampaikan di sekolah tetapi siswa diminta menunggu di rumah, sesuai dengan surat edaran yang sudah dibagikan sebelumnya yaitu pada saat hari terakhir ujian nasional, di bawah ini petikan bunyi surat edaran tersebut.
Selanjutnya bagi Siswa yang dinyatakan lulus diberikan surat keterangan lulus yang dapat di download, diprint sendiri, kemudian mulai Rabu, 18 Mei 2011 dapat dimintakan tandatangan Kepala Sekolah dan stempel sekolah melalui Tata Usaha SMK Berdikari Jember pada jam 08.00 - 12.00 WIB dan surat keterangan ini dapat dipergunakan untuk beberapa keperluan sebelum ijazah diterimakan dengan batas maksimal 1 (satu) bulan setelah tanggal dikeluarkannya surat.

Berikut ini link/tautan untuk download/mengunduh Surat Keterangan Kelulusan :
Kompetensi keahlian : TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK  (Kelas XII L)
Kompetensi Keahlian : TEKNIK PEMESINAN (Kelas XII M)
Kompetensi Keahlian : TEKNIK KENDARAAN RINGAN (Kelas XII-O1)
Kompetensi Keahlian : TEKNIK KENDARAAN RINGAN (Kelas XII O2)
Kompetensi Keahlian : TEKNIK KENDARAAN RINGAN (Kelas XII O3)
Kompetensi Keahlian : TEKNIK KENDARAAN RINGAN (Kelas XII O4)
(Jika mengklik Kelasnya, langsung menuju folder file lokasi download, pilih file dengan memperkirakan sesuai nomor urut absensi kelas)

Jangan lupa !!! Download, Print masukkan map (jangan sampai terlipat) mulai besok Rabu, 18 Mei 2011 dapat ditandatangani Kepala Sekolah dan dicap stempel sekolah melalui Tata Usaha SMK Berdikari Jember pada jam 08.00 - 12.00 WIB...
Download photo ijasah disini dengan cara : masuk ke album photo klik SlideShow dan saat melihat photo kamu terpampang, segera klik DownloadLink dan ikuti prosedur pengunduhan/download aturan Ziddu...